Parenting

Mengenal Stunting dan Dampaknya Bagi Anak

Mengenal Stunting dan Dampaknya Bagi Anak

Stunting pada anak merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan, karena kondisi ini adalah gagal pertumbuhan pada anak yang diakibatkan kekurangan gizi untuk waktu lama. Stunting bisa mengakibatkan anak memiliki pertumbuhan fisik lebih lambat dari anak lain dan keterlambatan dalam berpikir.

Di Indonesia tingkat balita yang mengalami stunting sangat tinggi, hampir mencapai 30% dan memegang ranking 2 di dunia setelah Laos pada tahun 2015. Banyak faktor yang bisa menyebabkan stunting, misalnya faktor ibu kekurangan nutrisi, pola pemberian makan kepada anak, dan kebersihan lingkungan.

Penyebab Stunting pada Balita

Seperti yang dikatakan sebelumnya, ada banyak faktor yang menyebabkan stunting pada balita. Terutama karena pada 1000 hari pertama kehidupan anak kekurangan gizi. Penyebab lain yang mengakibatkan ibu hamil dan bayi mengalami gizi buruk, adalah:

1.     Kurangnya Pengetahuan Ibu

Kebanyakan ibu kurang mengetahui mengenai stunting, terutama ibu dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Terkadang ibu hanya memberikan makan, tanpa benar-benar mengetahui kandungan yang ada di makanan tersebut.

2.     Infeksi Berulang atau Kronis

Penyakit infeksi yang dialami anak sejak bayi tanpa diimbangi asupan gizi seimbang akan berujung pada stunting. Hal ini sangat berkaitan dengan pengetahuan ibu mengenai cara memberikan asupan gizi pada anak juga lingkungan tempat tinggal.

3.     Sanitasi Buruk dan Minimnya Pelayanan Kesehatan

Sulitnya mendapatkan air bersih dan ketersediaan sanitasi yang buruk akan membuat anak tidak dapat terpenuhi gizinya dan mengalami sakit berulang-ulang. Selain itu, layanan kesehatan yang kurang juga turut memberikan dampak karena baik ibu maupun anak tidak mendapatkan pelayanan maupun perawatan kesehatan memadai.

Dampak Stunting pada Balita

Stunting pada anak memiliki dampak negatif yang dapat mempengaruhi perkembangan si kecil bahkan hingga dewasa. Seiring berjalannya waktu stunting dapat memberikan lebih banyak dampak negatif kepada anak, yaitu:

1.     Terganggunya Perkembangan Fisik Anak

Akibat yang paling jelas terlihat adalah anak yang mengalami stunting perkembangan fisiknya tidak akan sebaik anak normal. Perawakan anak akan menjadi lebih kecil dan pendek dari anak lain. Walaupun dari penglihatan sekilas terlihat normal seperti anak lainnya.

2.     Terganggunya Perkembangan Otak

Perkembangan otak anak yang mengalami kekurangan gizi akan terganggu terutama dalam hal prestasi belajar. Anak-anak yang mengalami stunting akan kesulitan memahami pelajaran di sekolah sehingga kecerdasannya berada di bawah rata-rata.

3.     Tingginya Risiko Menderita Berbagai Penyakit

Dampak lainnya adalah sistem imun yang rendah sehingga anak akan mudah sakit. Anak juga memiliki risiko tinggi mengalami penyakit diabetes, sakit jantung, stroke juga kanker.

Dampak negatif stunting dapat berlangsung hingga anak dewasa sehingga patut dicegah dari awal. Mulai dari masa kehamilan ibu hingga perkembangan kehidupan anak pada 3 tahun pertama. Ingin mendapatkan informasi lebih banyak mengenai kesehatan ibu dan anak, juga review perlengkapan bayi dan berbagai hal penting seputar parenting lainnya, seperti informasi stunting pada anak, Anda bisa berkunjung ke laman website Orami.